⚠️ Semua kolom wajib diisi!
Pirolisis Plant

Inovasi Pirolisis UAD Yogyakarta : Ubah Limbah Plastik Menjadi Energi

(Sumber: uad.ac.id)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memberikan udara segar di tengah meningkatnya tantangan pengelolaan sampah dengan menghadirkan inovasi terbaru melalui teknologi pirolisis portable generasi kedua. Ketahui teknologi ini dapat mengubah sampah plastik residu atau plastik tidak memiliki nilai jual menjadi bahan bakar minyak (BBM).

Adapun inovasi tersebut merupakan hasil dari riset Prof. Dr. Ir. Zahrul Mufrodi, S.T., M.T., IPM., yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Sarana dan Prasarana (BSP) UAD. Alat pirolisis portabel ini menjadi bukti nyata bahwa dunia akademik mampu berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan lingkungan.

Sebagai informasi UAD telah menurunkan jumlah sampah residu hingga 41 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni berkat sistem pengelolaan sampah terpadu yang berhasil diterapkan hingga kini. Lebih lanjut, Prof. Zahrul memaparkan ada tiga strategi pengelolaan sampah di UAD.

Yakni sampah organik diolah menjadi pupuk kompos untuk penghijauan kampus serta bahan pakan ikan, kemudian sampah anorganik bernilai ekonomi dipilah lalu dijual kembali sebagai bahan daur ulang. Sementara itu sampah plastik residu diolah menjadi BBM menggunakan alat pirolisis.

Adapun Nur Huda, anggota DPRD lainnya, menyatakan kekagumannya setelah menyaksikan langsung proses pengolahan sampah di lokasi. Ia berharap teknologi pirolisis ini bisa direplikasi di tingkat kelurahan guna mempercepat terwujudnya program “Bantul Bebas Sampah 2025”.

Menurutnya, UAD selama empat tahun terakhir telah aktif mendampingi desa-desa di Bantul melalui program KKN dan pengabdian masyarakat oleh dosen serta mahasiswa. Selain itu dengan adanya inovasi ini harapannya mampu memberikan dampak yang lebih baik.

“Kehadiran mesin pirolisis menjadi solusi konkret dalam mengatasi plastik residu yang selama ini sulit ditangani. Kami akui, edukasi, infrastruktur, dan partisipasi publik masih menjadi tantangan, namun teknologi ini adalah senjata baru menuju Kabupaten Bantul yang lebih bersih,” tuturnya.

Kemudian Nur Kholis Majid, S.TP., anggota DPRD Bantul, menyampaikan apresiasinya. Menurutnya bahwa dengan harga yang relatif terjangkau, alat pirolisis portabel ini berpotensi untuk diterapkan di tingkat desa sebagai solusi pengolahan sampah plastik yang tidak dapat didaur ulang.

“Selain mengurangi polusi, residu plastik yang diolah bisa menghasilkan BBM yang dapat dimanfaatkan langsung, termasuk untuk bahan bakar alat pirolisis itu sendiri,” ujarnya.

Tulis Komentar